09
Mei
09

Underground yang memudar

Pop di indonesia sangat naik daun dari anak-anak,abg bahkan orang tua menyukainya sebenarnya kata hati saya bertanya-tanya mengapa pop sangat digandrungi mungkin dari syair-syairnya yang menyentuh,personilnya yang mempunyai kelebihan ditampang atau memang telinga orang indonesia yang khusus untuk lagu-lagu melo atau pop

apa mungkin pop hanya berlaku disini kemana genre musik yang lain atau sudah tengelam dengan hingar bingar pop yang beredar,bagaimana penduduk  indonesia akan berkembang bila selalu mendengar lagu cenggeng,di tahun 2000an musik-musik indie atau underground masih sering kita jumpai di gor,cafe pokonya indoor atau outdoor masih ada acara tersebut,seiring berjalannya waktu band-band pop diindonesia seperti kacang rebus dan band underground pun memudar.

bagaimanakah cara mengenbalikanya,untuk bikin cara sendiri memerlukan budget yang cukup besar,ayolah pemuda bangkitkan jiwa pemberontakan,memang sih pop adalah jiwa mereka yang tidak bisa kita paksakan tapi akankah ini akan terus berjalan dan tidak akan berubah,jawabmya ada pada diri kita sendiri key..


9 Responses to “Underground yang memudar”


  1. Mei 9, 2009 pukul 3:24 pm

    gw juga kangen.., terakhir booming di bandung waktu gw jaman SMA. seminggu sekali di gor saparua pasti ada konser…
    gw juga dah lama ga denger lirik2 yang bebas, seperti :
    ” Gw cinta negri ini, tapi gw benci prinsip yang ada. Hanya ada satu kata, LAWAAAN…..”

  2. Mei 9, 2009 pukul 4:11 pm

    Iya nee bozzz.. ane sendiri juga merasakan hal sama seperti ente, tapi semua itu emang ada masa dan kejayaannya jadi kalau kata ente ditahun 2000 an musik itu sangat populer, barangkali masa kejayaannya baru ditahun itu. Bisa jadi setahun kemudian dia menemukan kejayaanya, karena udah pada bosen dengerin musik cengeng…..

  3. Mei 10, 2009 pukul 7:09 am

    PUNK NOT DEAD…!!!! Oi… Oi… Oi…

  4. Mei 10, 2009 pukul 1:27 pm

    Siapa bilang Udah sepi broo…
    Coba aja lo ke kawasan Blok M, masih banyak koq anak2 punk yang suka kongkow dsna klo malam minggu… Klo menurut gw sich sepi ngak, tapi sekarang lebih terorganisir karena takut kena razia preman ^^

  5. Mei 12, 2009 pukul 3:28 pm

    dunia berputar… adakalanya kita di atas ada kalanya sesuatu itu di bawah…

  6. Mei 13, 2009 pukul 6:16 am

    skarag musik udh bkn lg art yg bnr2,
    tp kbnyakan mlh djadiin trenseter
    tp pcinta music underground msh tetep ada qo
    joint aj 47studio with me heheheh

  7. Mei 19, 2009 pukul 4:30 am

    Gue Juga rindu UNDERGROUND INDONESIA
    ALBUM METALIK KLINIK GUE ADA KOLEKSI..

    Tapi untuk sekarang lagi ada anak kecil jadi gak bisa dengerin…paling2 Lagunya Ridho Rhoma, hehehehe

  8. 8 duldul86
    Juni 18, 2009 pukul 8:02 am

    w jga sngt mnyayangi dgn memudarnya lgu2 underground, yg mencerminkan persatuan & anti anarkis.

  9. Desember 23, 2014 pukul 8:19 pm

    see here for the best roofing repair anywhere


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: